Saturday, December 20, 2014

untuk yang sedang berjuang, akan berjuang, sudah selesai berjuang, dan siap berjuang. untuk kamu.

Posted by Blue Rose at 11:33 PM 0 comments
Aku sayang kamu
Memegang tanggung jawab itu tidak mudah. Berat sekali.  Dan aku hanya manusia biasa, suatu saat pasti akan khilaf.
Jadi sebelum aku benar-benar khilaf, tolong biarkan aku mengatakan ini padamu.
Bahwa aku sayang kamu.
Suatu saat pasti akan mengatakan hal yang berbeda.
Saat itu terjadi, aku akan terima jika kau tidak bisa memaafkan.
Tapi, tolong ingatlah walau sedikit, bahwa aku pernah sayang denganmu.
Dan aku bahagia berada disini bersamamu, tanpa penyesalan apapun.
Walau berulang kali kukatakan aku merasa terjebak.
Terjebak bersamamu, bagiku diam-diam adalah suatu hadiah yang diberikan Tuhan padaku. Dan Tuhan memiliki maksud dan anugrah sendiri menjebakku disini. 
Aku bahagia bisa berada disini.
Suatu saat aku pasti akan mengatakan berbeda.
Sebelum hari itu terjadi, aku ingin mengatakan ini sebelumnya, bahwa aku sayang kalian dan aku bahagia bersama kalian.
Tolong ingat walau sedikit bahwa aku pernah mengatakan hal-hal itu.

Dan jika suatu saat aku mengatakan berbeda, aku terima tidak dimaafkan sekalipun.

Monday, December 8, 2014

Bosan

Posted by Blue Rose at 4:26 AM 0 comments
Sudah tidak tahan
Ingin keluar dari semua ini
Sudah bosan
Sudah jera

Tapi, seperti yang aku katakan ratusan kali sebelumnya
Mana bisa aku lari dari kamu?

Wednesday, November 12, 2014

Si Bodoh yang Otaknya Rusak Karena Cinta, Padahal Mungkin Dia Sendiri Tidak Mengerti Apa itu Cinta

Posted by Blue Rose at 5:04 AM 0 comments
Salam kenal semua

Saturday, November 8, 2014

[Project 1: Loving you endlessly]

Posted by Blue Rose at 7:11 AM 0 comments
Inginnya mencintaimu tanpa henti
Tak ada batas, tak ada aturan
Aku adalah apa yang menentukan apa yang mau aku cintai

Tapi, apa boleh buat
Sebenarnya aku tidak mengerti apa itu cinta
Atas ke sok-tahu-an ku, pantaslah aku dihukum

Jika hukuman pernah dijatuhkan di dunia
Menurutku, cintalah bentuknya
Begitu sakit begitu perih dan begitu membunuh

Jadi, apa gunanya berhenti mencintaimu
Jika cinta itu suatu kesalahan yang pantas dihukum, hukumannya juga cinta, kan?
Aku maunya, mencintaimu tanpa henti

Walau manusia jauh disana sibuk tertawa sambil mengatakan
"Memangnya, dia akan pernah mencintaimu?"

Aku adalah penentu atas apa yang mau aku cintai. Jadi, aku mau mencintaimu walau ditertawakan.
Serela itu dipanggil "bodoh".

[GLITCH]

Posted by Blue Rose at 7:08 AM 0 comments
If live is ever had a glitch
It will be formed as love
The biggest glitch ever
In this world

Sunday, November 2, 2014

Ketakutan

Posted by Blue Rose at 3:02 AM 0 comments
Jujur saja
Aku takut akan hujan yang turun
Tanpa berhenti
Tanpa kepastian akan munculnya pelangi setelahnya

Bagian 3 : Merelakan (?)

Posted by Blue Rose at 2:43 AM 0 comments
Mungkinkah akhirnya saya sudah sampai bagian itu?
Bagian dimana saya seharusnya sudah sadar dari dulu
Bahwa jika kamu benar-benar menyayangi dia
Jika kamu menyukai sebuah bunga yang cantik
Kamu tidak akan memetiknya karena dia akan layu lalu mati

Jadi, ini bukan merelakan yang buruk
Berbeda dengan menyerah
Ini adalah merelakan bunga tersebut tetap di induknya
Sampai ia mekar sempurna
Lalu nanti ia mati sendiri karena umur tua

Bagian dimana, seharusnya saya sudah sadar
Bahwa kita seharusnya berjalan bersama
Bukan menariknya agar kita bertemu di satu titik
Sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan saya dan tidak akan pernah bertemu lagi

Ini adalah saatnya seharusnya saya tahu
Garis paralel memang tidak akan pernah bertemu
Tapi mereka berjalan bersama selamanya
Semoga aku dan kamu akan terus berjalan bersama selamanya

Kamu...
Semoga kamu bahagia selalu
Karena kamu paling manis saat tersenyum
Semoga takdir memang mengatakan bahwa kita akan terus berjalan
Sebagai garis paralel
Bersama selamanya

Tetaplah tersenyum

Friday, October 31, 2014

Kesederhanaan itu...

Posted by Blue Rose at 5:47 AM 0 comments
Aku harus jujur, memang sulit mensyukuri kesederhanaan.
Terkadang memang tidak terasa, secara tidak sadar kau sedang duduk di rumah yang nyaman dan hangat, di atas kursi berbantalan empuk.
Saat kau pulang dalam keadaan lelah, kau mungkin tidak melihat segelas teh hangat manis dengan asap mengepul di sebuah gelas mug besar.
Mungkin tidak juga memperhatikan air yang kehangatannya membasahi tubuhmu dengan pas! Rasanya bagai pijatan!
Atau, ketika kau membuka pintu kamar dan dibanjiri dengan kesejukan dari pendingin ruangan, sementara kasur nyaman dengan bantalan empuk dan selimut hangatnya itu menunggumu. Siap memanjakan!

Baru sadar?
Baru sadar ya kalau semua itu adalah suatu kenikmatan kecil yang lupa kau syukuri?
Apalagi, untuk saat ini kau bisa menikmati semua itu secara gratis?

Tapi memang, kata guruku manusia dilahirkan pelupa dan harusnya kita bersyukur atas hal itu. Karena jika kita mengingat semuanya, mungkin kita tidak akan bisa tidur dan menikmati kesederhanaan kecil itu.

Tanpa sadar, telah memanjakan kita setiap hari dan kita lupa untuk mengucapkan terima kasih. Untuk hal sekecil itu.

Monday, October 27, 2014

Hujan sudah Turun

Posted by Blue Rose at 6:13 AM 0 comments
Hujan sudah turun
Beruntun
Pelan mengalun
Sambil melamun

Deras sekali
Sampai sulit bermimpi
Sulit mencari
Asal rasa perih


Satu hari
Hujan akan makin deras-- lagi
Di sore hari
Bulan Januari


Bahkan walaupun Sakit

Posted by Blue Rose at 6:04 AM 0 comments
Ini bodoh
Tapi, aku mau memperjuangkan kamu
Walau Tuhan bilang tidak
Saat Tuhan bilang tidak
Adalah saat aku atau kamu tiada

Ini bodoh
Maka tertawakanlah
Karena aku hanya mau melihat kamu
Karena aku memilih dibutakan oleh kamu
Sampai sakit
Sampai robek
Sampai berdarah-darah

Ini bodoh
Tapi kamu bukan aku
Kau bukanlah apa yang diselamatkan oleh perasaan ini
Walau perasaan ini membunuh
Walau membakar dan menghancurkan
Kau tidak akan pernah tahu
Sampai kaulah yang merasakannya

Karena semua ini menyelematkan aku
Maka musuhi saja aku
Ini memang bodoh
Tapi aku hidup
Dari semua kebodohan ini

Saturday, October 25, 2014

Counting

Posted by Blue Rose at 10:59 PM 0 comments
Because i will not counting down our love
I will never measure on how long we've been through this
All i know that we have know each other
And we have each other
And i have you

Thursday, October 16, 2014

Never

Posted by Blue Rose at 6:39 AM 0 comments
You might be standing on the same shoes as mine
But, will never on the same feet
You might be seeing the world on the same height as mine
But, will never on the same eyes

You might love strawberry ice cream as it is very sweet
But i love it because it's cold, but melted on my touch

You might be liking the cool breeze kissing your skin softly
But i love it because it's so wild, angry, and unstoppable

You might be reading through my post and crying
For the love that you'll never have
For it's love that will never be together

But i'm writing this
Heart aching
As it's a love that i might already have
But can't keep it around

Wednesday, October 8, 2014

Mulai Hujan Lagi

Posted by Blue Rose at 2:01 AM 0 comments
Nanti hujan akan deras lagi
Disuatu hari di bulan Januari
Begitu megah, riuh, gaduh

Langit tak pernah segelap itu
Awan tak pernah sepekat itu
Dan hujan--
Hujan belum pernah seribut itu

Maka manusia mulai mencari kehangatan
Mereka menyalakan api
Namun api habis disiram hujan
Hanya menyisakan sepi

Lalu manusia pun membangun tempat berteduh
Untuk melindungi api dari ributnya hujan
Tapi, apapun yang digunakan nantinya akan habis oleh air

Pasir, kayu, batu

Manusia pun menemukan listrik
Tapi, suatu hari kabel pun korslet oleh air hujan

Kuasa alam yang begitu kuat dan ngotot

Lantas, manusia tak akan pernah bisa melawan

Jadi, manusia memutuskan untuk tidak melawan

Mereka pun memperkuat diri
Batu jadi beton
Aliran listrik dilapisi beribu-ribu silikon

Namun, manusia tetap kalah

Karena hujan begitu deras
Begitu gaduh
Begitu riuh

Akhirnya manusia pun memutuskan
Jika suatu hari mereka kalah
Maka mulailah dari awal
Bangun lagi

Lagi dan lagi

Tanpa ingat suatu hari manusia akan mati
Seakan mengatakan semua usaha adalah sia-sia

Begitulah cerita, tentang bagaimana selama ini manusia tetap hidup

Sambil anak cucu mendengarkan cerita dari eyangnya
Tentang suatu hari dimana langit berubah warna
Dan sinar mengintip malu-malu di sela-sela pekatnya awan
Lalu muncul ledakan warna-warna
Dimana-mana!

Sang anak cucu hanya mampu bertanya
Kapan, mereka akan pernah sempat melihat semua itu?

"Nanti ya nak, Bersabarlah. Suatu hari, hujan akan merintik. Saat itu, bersama kita akan melihat pelangi."

Sunday, September 21, 2014

How do you called it

Posted by Blue Rose at 6:16 AM 0 comments
Such a relationship
Where you search each other
In the crowd
And when you finally found them
You let them pass

But then you search each other
Again
And again
When you find each other
You let them pass


Sunday, August 3, 2014

Teruntuk Nasib

Posted by Blue Rose at 9:13 AM 0 comments
Aku sepenuhnya milikmu
Jadi, tolong perlakukan aku dengan lembut
Perlahan-lahan dan hati-hati
Aku anak baru dalam hal ini

Setelah kau memelukku, lantas, jangan langsung kau dorong aku menjauh
Biarkan aku menikmatimu
Bergelung di dadamu
Merasakan amannya berlindung disitu

Tapi, teruntuk nasib tersayang
Jika memang bulan itu bulanku
Katakan
Dan berjanjilah kau akan memberikannya padaku

Berjanjilah nasib
Berjanjilah
Katakan kepadaku
Aku lelah akan ketidakpastian ini

Aku akan menyayangimu nasib
Jadi, kumohon sayangi aku juga

Friday, August 1, 2014

It's Pathetic

Posted by Blue Rose at 10:26 PM 0 comments
But I love you
When will you?

Thursday, July 31, 2014

"I'm really afraid of dying"

Posted by Blue Rose at 5:45 AM 0 comments
"Don't" He said. His eyes staring at the sky blankly. I can't barely read his emotion.

"Why so?" I asked, not quite sure if i really need explanation.

"You know, things about dying is, it only hurts for awhile. But after that, it's a totally worth it pain. You live eternally after that. No pain could ever kill you ever again. It might hurt, but you'll never death again because of it. That's what all human have wished for right? For being unable to be killed? But, when the chance come, human mostly afraid of it."

I turned my head to him.

"Why do you guys so afraid of dying then? There's nothing to miss." He asked. His hands were playing between the grass.

I slipped my fingers in between his hands.

Of course there are lots to miss. His soft touch. His warm breath. His beautiful eyes.

I rolled and cuddled next to him. He took off his hands from mine and caressing my hair while breathing slowly.

"and I'll missed this too."

"You're right." I reached for his hips, wanting to have him on my hugs.

"There's nothing to miss."

Sunday, June 29, 2014

That Player One

Posted by Blue Rose at 7:20 AM 0 comments
She just want to win
Without anyone know that she's the winner
But she still want people to congratulate her
She want people to praise for her achievement
But how do people find out
When she is the winner
On hiding of what she has just winning
She is that player one

Friday, June 6, 2014

H+1

Posted by Blue Rose at 5:02 AM 0 comments
Karena apalah aku sampai semua orang tahu.
Saat saya bermain petak umpet pun, orang-orang tidak akan mau bersusah payah mencari saya.
Mereka akan melanjutkan permainan tanpa menyadari ada satu orang yang hilang.
Se-tidak-berguna itu.
Aku terkadang tidak peduli.
Berarti aku bersembunyi sepintar itu, sampai orang-orang lupa.
Tapi, pastilah janggal rasanya.
Saat anda peserta permainan petak umpet.
Tapi, tidak ada yang mencari anda.
Maka terlewatlah suatu hari yang terasa janggal, mengetahui seharusnya anda dicari.
Tapi, itu juga salah saya, karena memilih untuk tetap bersembunyi.
Bukannya mengumumkan diri bahwa saya lupa dicari.
Salah saya, karena ingin bermain, tapi malas diketahui bahwa saya telah menghilang.

Saturday, May 10, 2014

Seribu Tahun

Posted by Blue Rose at 1:40 AM 0 comments
Aku tidak mau hidup seribu tahun.
Aku tidak mau imun terhadap segala penyakit.
Aku tidak mau terjatuh dan tak merasa sakit.
Aku tidak mau diteriaki dan tidak tuli.
Aku tidak mau tinggal di rumah besar seratus lantai seribu pelayan sepuluh ribu keramik ratusan ribu kelap-kelip kolam renang luas berhektar-hektar padang rumput bermacam-macam mobil segala merk dengan brankas uang bawah tanah yang melebihi luas kota itu sendiri dan terisi tiap sudutnya.
Aku tidak mau.
Aku hanya mau mengedipkan mata dan melihat kau
Aku hanya mau menarik nafas dan kau hadir
Aku hanya ingin mengulurkan tangan lalu menggandengmu
Aku hanya ingin tertidur diselimuti kehangatanmu
Aku hanya ingin sesederhana membuka mulut menghembuskan nafas dan membisikkan betapa aku mencintaimu sambil bersandar dipundakmu dan merasakan kehangatanmu
Lalu kau akan berbisik balik dan mengatakan betapa kau juga merasakan hal yang sama. Hanya sesederhana itu yang kumau.
Aku hanya ingin merasakan mencintai dan dicintai
Aku hanya ingin semudah itu, Tuhan
Semudah dan sesederhana itu.
Dan akan kutinggalkan hidup seribu tahun, harta yang berlimpah, imunitas terhadap segala penyakit.
Hanya agar aku bisa mencintai dan kau mencintai ku kembali.

Merindu

Posted by Blue Rose at 1:38 AM 0 comments
Tidak tahulah
Tapi ketika sudah jelas
Sesuatu sudah pergi
Dan tidak mungkin kembali lagi
Tapi masih menginginkan hadirnya
Maka apa itu namanya?
Karena setahuku
Yang namanya merindu
Tidak pernah sesakit ini

Saturday, May 3, 2014

How?

Posted by Blue Rose at 11:39 PM 0 comments
How do you guys so sure that I'm in love?
When I myself can't say that i am?
Is it the way that when you ask me why i like him, and i said he is cute, no one agrees?
Or is it the way I've been liking him for an unhealthy long waiting of months?
Or the way I'm still dreaming of his smile though i barely meet him?

How?

Diam

Posted by Blue Rose at 11:34 PM 0 comments
Diammu juga diamku
Tapi diamku berarti tanyamu
Diammu berarti kau menghilang
Diamku berarti aku mati
Posted by Blue Rose at 11:32 PM 0 comments
Jika sedang lelah. Rasanya ingin. Lari. Dari semua ini. Tapi. Mana bisa. Aku lari. Dari kamu

Lembaran

Posted by Blue Rose at 11:26 PM 0 comments
Lembaran-lembaran doa berpijar 
dalam terang bagai lentera

Penulisnya merunduk dalam cahaya remang diantara lilin 
yang berbaris tersusun rapih satu-satu

Dan cahayanya menari dalam remang dinding-dinding 
jingga yang bayangannya meloncat lincah

Kertas tipis putih yang ditulisi hati-hati dengan pena 
nasib dan hati penuh harap

Ditulisi hati-hati dengan sabar pada kertas rapuh 
yang berisi daftar mimpi

Panjang sekali kertas tersebut, sang penulis beranjak 
bangun dan mengulur doa-doa tersebut

Dia menjauh dan berjalan turun pada tangga-tangga 
yang membawa nasib tersebut sesuka hatinya

Naik, turun, sang penulis berputar 
diantara lembaran doa-doa itu sambil berbisik, amin, amin, amin

Disuatu doa harta berlimpah tanpa habis, 
emas-emas berjatuhan bak hujan, lembaran uang menggunung 
dalam berbagai warna yang tertimpa jingga lilin yang bayangannya menari-nari
Amin, amin, amin

Suatu kertas bersinar terang dan perang terhenti, 
kedamaian dunia, dan tiada kelaparan 
sementara senjata-senjata dimusnahkan
Amin, amin, amin

Ini, itu, ini, itu. Lembar-lembar doa yang berpijar sementara
 penulisnya menari mengamini satu-persatu kertas
 yang menyentuhnya lembut, mengiringi putaran dan 
berputarnya kaki-kaki dari satu langkah ke langkah lainnya

Satu kertas saja.

Sang penulis berhenti menari. 
Air mata jatuh. 
Hati hancur.
 Tangan yang tergenggam erat

“Aku ingin dia mencintaiku juga...
 aku ingin dia merasakan yang kurasakan... 
aku ingin bernafas beriringan dengannya...”

Tinta itu luntur membasahi keramik-keramik jingga. 
Air hitam menetes dan kertas tersebut rapuh debunya tertiup angin.

Sang penulis terdiam. 
Sunyi. 
Tak ada amin?

Lalu ia melangkah,
 menari melalui lembar-demi lembar doa sambil berbisik, 
amin, amin, amin


Dan nun jauh disana,
 hati runtuh satu persatu. 
Air mata jatuh. 
Harapan yang rapuh dan tertiup angin. 
Tak ada yang mengamini cinta.
 Sementara sang penulis terus menari dan menari.

Permulaan

Posted by Blue Rose at 11:11 PM 0 comments
Permulaan adalah saat aku pertama kali melihatmu
Wajah teduhmu, senyuman manismu, 
dan suaramu yang menenangkan
Dari saat itupun hanya satu hal yang ku inginkan
Melihatmu setiap hari dan bahagia
Walau kau ada surga yang sungguh 
gelap dan tak tergapai
Tapi, bagaimanapun itu surga
Tak ada yang lebih indah dari surga

Itulah saat semuanya bermula
 

Bitterness Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea