Thursday, December 10, 2015

The Lost Symphony

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 6:58 AM 0 comments
As night turns down
And the nightingale begins to hums
The dear sunlight, took the gown
And dance slowly as the sky bumps

Can you hear the moonlight soothing?
A sonata once was played
But the eyes seek nothing
No longer as the debt paid

Incomplete songs and innocent souls
Bothered by the birds wings flap
Rain started to drips on my morning bowls
Though the morning no longer wake up

Dear sunlight the songs is incomplete
The night has flown and i no longer seek your eyes
A praying that were told every bit
Now is just stars amidst the skies

Pieces of my orchestra that's no longer here
As it runs through maze -- now it lost
One day, through the maze, i wish i could find my way there
To the place that you will miss the most, my lost symphony

Saturday, August 8, 2015

[UPDATES] on 30 days challenge and some "poetic" (hopefully?) rant

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 6:46 AM 0 comments
I don't know if anyone even read my blog...
I guess there are none...
Well, I'll just consider this talking to myself then *yeah*

About 30 days challenge... i guess I'll have to push it way back. Hopefully *pretty please* it'll happen around November, around with the second round with NaNoWriMo. Because of "things" that happened on my real life, I've been trying to stay away from internet life as much as i could. But, I guess I need to comeback here pretty soon, hopefully all mind-set, not only for fun, but for "mature" stuff. Hopefully. Considering that I want to be a writer very much, I need to train myself hard. And also hopefully, I can find myself a community in which my writing can be read by other and be appreciated.

Next!

Monday, July 13, 2015

30 Days Writing Challenge

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 11:40 PM 0 comments
So I've decided. Holiday is still long and i need to be productive, whatever-kind-of-productive it is. The biggest challenge is that I easily become bored, so, I wish to discipline myself in hope to reach my goal as a writer! Wish all the best for me! And yes! I decided to do a 30 Days Writing Challenge! Here are the prompts credit to http://mycreativewritingchallenge.tumblr.com/


30 Day Creative Writing Challenge

Here’s all of the days of the challenge: 
Day 1: Re-write a classic fairy tale
Day 2: Write a fanfiction
Day 3: A story that takes place pre-1950
Day 4: A poem using the words: blue, mistrust, half, twang
Day 5: A story revolving around an object in your room
Day 6: Start your story with: “He glanced at his watch impatiently…”
Day 7: Create a superhero. Have he/she save the day.
Day 8: Write a prequel to that Superhero. Pre-Superhero life. Maybe their childhood.
Day 9: A story in 250 words or less about your favorite city
Day 10: Start story with: “She touched the little box in her pocket and smiled…”
Day 11: A story where the characters go without power for a day.
Day 12: Find 10 random words and create your own definitions.
Day 13: Begin with “I thought I saw…”
Day 14: randomly find someone in your yearbook. Create a story about their life today.
Day 15: Write about a stranger you see. Either their back-story or what they are thinking in the moment you see them.
Day 16: Go to iTunes, put your music on random. Write a story about the first song that comes up. (250 words or less)
Day 17: Use time travel in a story
Day 18: A story set in a ghost town.
Day 19: Write an obituary for a historical figure
Day 20: Use these words in a story: grandfather, photo album, post office, and folder
Day 21: He or she sees their crush in a library. describe the incident.
Day 22: Write a story based on a dream you had
Day 23: Describe/fictionalize a childhood memory
Day 24: Write a story that takes place 100 years in the future
Day 25: Write a story about a mythical creature.
Day 26: Write about the 30th picture on your phone or computer. Write about the story behind it, or make up the story behind it.
Day 27: Story taking place during a sporting event (any sport)
Day 28: Story on a ship. Past, present, or future. 
Day 29: Story about space
Day 30: Story or poem about ice

Also, to challenge myself even furthermore, I'll use name generator for the character from this website: http://fantasynamegenerators.com/
I hope i can finish this challenge nicely! 


Sunday, June 7, 2015

[BOHONG]

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 6:49 AM 0 comments
Kalau kau bahagia,
Lantas, kenapa dada ini begitu sesak?
Kepala ini begitu penat?
Dan tenggorokan ini begitu tercekat?

Di bagian mana kau berbohong lagi,
Soal definisi bahagia?

Selamat Ulang Tahun

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 6:47 AM 0 comments
Selamat Ulang Tahun, Penyendiri
Walaupun telat, ku harap kau menyukai hadiahku
Karena hadiahku adalah:
Secarik puisi
Di mana kau tidak lagi hidup sendiri
Di tempat kau disayangi dan diapresiasi
Hiduplah yang lama dan bahagia
Lalu sadarlah
Kau disayangi
Lalu suatu hari
Kau akan berhenti hidup sendiri

Dalam Kesenderian yang Terlalu Sendiri

Dewa Palsu II

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 6:43 AM 0 comments
Ia adalah dewa palsu
Dan bersamaan dengan terungkap kepalsuannya
Matilah semua pemuja setianya
Di belakangnya bersorak para pengkhianat
Kufur yang membangkitkan dewa palsu
Pemuja sesungguhnya dari dewa yang tak sesungguhnya
Kufur peracau yang atheis
Ironi bahwa merekalah yang membangunkan dewa palsu

Pemuja begitu setia, kini mereka hanyalah onggokan
Dari apa yang tersisa ketika sang dewa menangkap doa mereka

Akankah dewa duduk terpaku menyesali hilangnya para pemuja?
Menyesali bahwa ia sempat mengaku dewa?
Menyesali bahwa ia sempat membiarkan dirinya dicintai semua?

Yang ku tahu, aku masih jatuh cinta pada sang dewa.
Karena, walaupun ia dewa palsu, ia melakukan tugasnya dengan baik.
Buktinya, tidak ada yang curiga bahwa ia palsu.

Bersamaan dengan pemuja lain, kami hanya bisa merutuki diri
Karena masih sama-sama mencinta kepada dewa palsu

[MATI RASA]

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 6:34 AM 0 comments
Gadis itu mati karena tak bisa lagi mengartikan rasanya
Ia hidup dalam pikiran, bahwa semua tak sia-sia
Memang betul, ia bahagia. Setidaknya begitulah ia kira.
Maka seakan suntikan narkoba, di otaknya terpatri:
Bahwa ia bahagia,
Fakta selain itu hanyalah godaan setan.

Kalau begitu, mengapa ia menghabiskan harinya menangis?
Merintih, meratap, berteriak kepada dinding yang bahkan malas membalas?
Mengapa ia menengadah ke langit-langit sambil memohon:
Agar dirinya lebih bahagia dari sekarang?

Lalu gadis itu mati rasa, begitu saja!
Karena sampai sekarang tidak ada yang mengerti,
Bahwa sedihnya sudah ia pendam bertahun-tahun
Bahwa ia berpikir dirinya lebih bahagia dari yang ia kira
Bahwa tangis dan keluh kesahnya adalah nyata
Yang sebelumnya ia sembunyikan dibalik tawanya

Gadis itu mati rasa dan bersamanya mati pula jiwanya
Kepada langit dan bumi yang berada di antaranya gadis itu jatuh
Dan luruh dalam dekapan sang bumi
Yang menerima kesedihannya dan menguburkannya dalam-dalam
Tanpa pernah rasa itu beristirahat dalam tenang.

Thursday, June 4, 2015

Selamat Datang

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 6:23 AM 0 comments
Selamat datang di kampungku!
Di sini kami menyeduh cinta, tawa, dan bahagia.
Campurannya mudah saja,
tinggal petik tiga daun di pucuk tertinggi pohon itu
Lalu dimana pohon itu berada?
Pohon itu dekat saja,
kau bisa melihatnya dari rumahku, sini! Kemari!
Kau lihat pohon rimbun itu?
Ya! Di bagian paling tinggi dari gunung itu!
Tiga daun di pucuk tertinggi pohon itu lah
yang melahirkan cinta, tawa, dan bahagia.
Bagaimana caranya kesana katamu?
Kau hanya perlu berjalan kaki, kok.
Toh, gunung itu sudah terlihat dari sini,
begitu pula pohonnya.
Apa? Jauh katamu? Tidak, kok!
Memangnya kau sudah pernah mencoba pergi kesana?
Kalau belum, lantas, tidak ada hakmu
untuk mengatakan gunung itu jauh bukan?
Kalau jauh, ia tidak akan terlihat dari sini, sayangku.
Maka cobalah, mungkin jika berlari akan lebih cepat,
Karena hanya di kampungku
dan hanya pohon itu yang bisa menyeduh
Cinta, tawa, dan bahagia.
Kalau sudah mendapatkannya, seduhlah,
lalu bawalah kembali ke kampung ini.
Bagilah dengan semua orang, semua harus dapat!
Tidak mungkin katamu? Sudahkah kau mencoba? Belum, kan?
Tidak ada yang tahu apa hasil dari perjuanganmu, kecuali Tuhan
Dan kau maupun orang lain tidak akan pernah tahu hasilnya
tanpa pernah mencoba.
Jadi, cobalah!
Kapan lagi kau bisa menyeduh cinta, tawa, dan bahagia?
Semuanya hanya karena
tiga daun di pucuk tertinggi pohon itu!
Semoga, kau tidak menyerah ditengah jalan
atau kembali tanpa tiga daun di pucuk tertinggi pohon itu.
Tuhan bersamamu selalu, sayangku!

[Merindu]

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 5:38 AM 0 comments
Ah, enak sekali merindu
sambil terkantuk-kantuk
duduk di ayunan melayu
berbisik pada angin yang lalu.

Enak sekali merindu
sambil membayangkan wajahmu
mengingat sentuhanmu
akupun terkikik sendiri pada bayanganmu.

Namun begitu...
seandainya aku tidak hanya sekedar bisa merindu
aku ingin lari mencari dan menghampirimu
tapi, siapalah aku?

Kalaupun ku bilang rindu
kau hanya akan tertatawa sambil berkata
"rindu juga aku. Pada gadis itu yang datang dari negeri seberang"

Sunday, May 17, 2015

Dewa Palsu

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 3:21 AM 0 comments
Para pemuja yang berbaris duduk bersimpuh
Tangan ke atas menengadah mengenggam secarik doa
Padamu dewaku yang kupuja
Sang dewa berjalan turun dari singgahsananya
Kegagahan terpancar saat ia berjalan
Lamat-lamat, matanya mengarungi samudera manusia
Tampan tak terkira
Rupawan tanpa ampun
Pemujanya menggumam kagum
Tersentak nafas pada sang agung
Kecuali sang satu
Ia berdiri menatap dewanya
Yang ia puja dengan kasih
Ia menunduk perlahan, lembut, penuh hormat
Sang dewa berhenti, menatap pada sang hamba
Karena kata-kata yang keluar dari si hamba
Pemuja yang dirasa setia
Membangunkan ribuan pelamun
“Dewa Palsu”
Semua berdiri
Marah para hamba merajam dan marah
Sang satu berdiri tegak tenang
Menatap dewa dengan kasih
“Dewa Palsu”
Dewa terantuk jatuh terduduk
Ramai masih kemarahan pelamun
Hinaan dicecarkan tanpa ampun
Pemuja seribu tahun
Tanpa diketahui telah memuja dewa palsu
Tak pernah ada yang melihat bahkan tak ada juga saat itu
Saat hamba semua marah pada yang tak setia
Dewa duduk dan air mata mengalir dari matanya
Ia dewa palsu
Ia memang dewa palsu
Tidak ada yang sanggup menjadi dewa atau berpura-pura sekuat ia
Tak ada yang rela dicintai semua orang tanpa bisa mencintai seorangpun
Dewa duduk terantuk sedih menangis
Sang hamba yang satu masih menatap penuh kasih kasihan
Karena ia tahu rasanya jatuh cinta
Tanpa seseorang itu bisa mencintainya
Pada dewa palsu yang dicintai semua orang
Yang tak tahu akan kepalsuannya
Maka bertemulah
Dewa palsu dan pemuja sesungguhnya
Dalam terungkapnya kepalsuan dewa

Dewa palsu yang tak henti dipuja

Friday, May 1, 2015

Topeng Penari

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 7:48 AM 0 comments
Ada penari yang menari
Menyelami ribuan kata
Mengamuk memutar dan meracau
Merintihkan kekasihnya yang mati

Dia berlari dalam belitan tali kata
Bertopeng kayu
Menyembunyikan sedih sengsara
Tak ada yang bisa berkata selain sang dalang
"Anakku kehilangan jiwanya sendiri"

-Terinspirasi dari lagu salah satu pementasan Pagupon, "Topeng Bapang"

Ada yang mati saat itu dalam kerinduaan yang tak terobati

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 4:59 AM 0 comments
- Payung Teduh (Menuju Senja)

Sunday, April 19, 2015

Penyanyi yang Pincang

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 8:34 AM 0 comments
Melangkah
Melihat matamu
Menyaksikan kau hidup
Bernafas
Dan menyanyikan nada sumbangmu
Tangan terulur
Lalu menarilah dengan langkah pincangmu
Tersendat-sendat di antara desiran nada
Dan berputar-putar sampailah
Dimana aku menatap matamu
Sambil berdoa mengharapkan hadirmu
Tak hanya dalam lirik lagu
Yang pincang nada

Wednesday, February 25, 2015

[BERBOHONG]

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 5:47 AM 0 comments
Kamu berjalan membuka pintu lalu keluar
Sambil meraih kenop kau berpikir
"Bagaimana mungkin hidup bisa begitu sulit?"
Lalu seseorang berjalan melaluimu menabrakmu dan kepalamu membentur kusen pintu

Sakit
Kau menyentuh kepalamu setengah berjongkok dan dunia rasanya sedikit berputar
Orang itu meminta maaf, menanyakan "Apakah kau baik-baik saja?" lalu pergi
Meninggalkan kau yang telah berbohong dengan mengatakan bahwa kau baik-baik saja

Kau berjalan keluar tergopoh-gopoh
Badanmu seketika letih
Apalagi kau masih harus menggendong tas besarmu yang berisi banyak barang itu
Matamu sedikit berair menahan perih
Tapi kau berjalan cepat-cepat
Tidak mau orang lain melihat perihmu

Sedikit lagi kau sampai rumah dan kau akan aman
Tidak akan ada yang melihat atau mengganggumu
Lalu kau masuk rumah, dan orangtuamu menyambut dengan bahagia
Mereka tampak letih dan secara terang-terangan bersyukur karena kau sudah di rumah
Itu artinya kau bisa membantu mereka mengerjakan tugas rumah sekarang

Kepalamu sakit, badanmu letih, kakimu pegal
Kau menyimpan keluh dalam hati dikubur tanpa nisan
Kakimu tersandung anak tangga dan kau menjerit keras
Kedua orangtuamu segera berlari menghampiri, mereka menjerit kerasa menyanyakan keadaanmu
Tapi kau sudah menghilang, berlari masuk kedalam kamar mandi
Sehingga kau tidak harus menjawab pertanyaan "Apakah kau baik-baik saja?" lagi dengan kebohongan


Sunday, February 22, 2015

Only A Matter of Minute

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 5:21 AM 0 comments
Only born older
Or younger
By a matter
Of a minute

Triplets
Who live a same life
With same identity
Different souls

We are born older or younger
Only different by a matter of minute
But each of us want to dominate
Won't that happened when there are a lot of you?
It will

But honestly, i wish all of us understand
That we are only different by a matter of minute

8.12PM - 8.13PM

Friday, February 13, 2015

For You

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 11:32 PM 0 comments
How are things there? Everyday the rains pour down here. Lovely drops of water all reaching down the dry soil. Pushing each other in happiness when each drops meet.


Maybe if we can spend their day like them. Everyday will feel like rainbow.

Tuesday, January 27, 2015

Having you

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 6:57 AM 0 comments
I'm so sorry
I know you won't be there for me when I need you
Because i wasn't there when you need me the most
I'm preparing to lose you on whatever way the God fated us to be
Even if I'll have you one day, I'll somehow lose you one day, right?
On whatever God planned our way to be
Whether we will be together one day or we only gonna be together for right now, like this
I hope it's the best way for both of us
And I will probably regret it one day for never told you my real feelings
But I really hope I'll get the chance, eventually
For I'm preparing to lose you, one day
Or so I wish

Thursday, January 22, 2015

Of Falling in Love

Posted by Wahyuni Ajeng Gumandar at 8:20 AM 0 comments
I don't know about you. But when i falling in love, i can't hide it.
To the point that people ask me if i really do falling in love.
To the point that people don't believe it when i tell them.
To the point that people will say that it eventually won't last long.

What do you say? I've never like someone for more than a year.
It's been two years.
And one day, people will tell me that i fake my feelings.
 

Bitterness Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea