Blogroll
Blog List
About
Jika kau merasa pernah mendengar kata-kataku entah dimana. Mungkin karena kau temanku dan pernah kita berbagi kata-kata tersebut disela-sela tawa kita. Tak kusangkal pula banyak sekali hal yang akan menginspirasi untaian kata yang terdengar rumit ini. Silahkan menikmati, bukan makanan memang, dan tidak membuat kenyang sama sekali. Tapi, kuharap cukup penuh cinta.
Wednesday, November 12, 2014
Si Bodoh yang Otaknya Rusak Karena Cinta, Padahal Mungkin Dia Sendiri Tidak Mengerti Apa itu Cinta
Salam kenal semua
Saturday, November 8, 2014
[Project 1: Loving you endlessly]
Inginnya mencintaimu tanpa henti
Tak ada batas, tak ada aturan
Aku adalah apa yang menentukan apa yang mau aku cintai
Tapi, apa boleh buat
Sebenarnya aku tidak mengerti apa itu cinta
Atas ke sok-tahu-an ku, pantaslah aku dihukum
Jika hukuman pernah dijatuhkan di dunia
Menurutku, cintalah bentuknya
Begitu sakit begitu perih dan begitu membunuh
Jadi, apa gunanya berhenti mencintaimu
Jika cinta itu suatu kesalahan yang pantas dihukum, hukumannya juga cinta, kan?
Aku maunya, mencintaimu tanpa henti
Walau manusia jauh disana sibuk tertawa sambil mengatakan
"Memangnya, dia akan pernah mencintaimu?"
Aku adalah penentu atas apa yang mau aku cintai. Jadi, aku mau mencintaimu walau ditertawakan.
Serela itu dipanggil "bodoh".
Tak ada batas, tak ada aturan
Aku adalah apa yang menentukan apa yang mau aku cintai
Tapi, apa boleh buat
Sebenarnya aku tidak mengerti apa itu cinta
Atas ke sok-tahu-an ku, pantaslah aku dihukum
Jika hukuman pernah dijatuhkan di dunia
Menurutku, cintalah bentuknya
Begitu sakit begitu perih dan begitu membunuh
Jadi, apa gunanya berhenti mencintaimu
Jika cinta itu suatu kesalahan yang pantas dihukum, hukumannya juga cinta, kan?
Aku maunya, mencintaimu tanpa henti
Walau manusia jauh disana sibuk tertawa sambil mengatakan
"Memangnya, dia akan pernah mencintaimu?"
Aku adalah penentu atas apa yang mau aku cintai. Jadi, aku mau mencintaimu walau ditertawakan.
Serela itu dipanggil "bodoh".
[GLITCH]
If live is ever had a glitch
It will be formed as love
The biggest glitch ever
In this world
It will be formed as love
The biggest glitch ever
In this world
Sunday, November 2, 2014
Ketakutan
Jujur saja
Aku takut akan hujan yang turun
Tanpa berhenti
Tanpa kepastian akan munculnya pelangi setelahnya
Aku takut akan hujan yang turun
Tanpa berhenti
Tanpa kepastian akan munculnya pelangi setelahnya
Bagian 3 : Merelakan (?)
Mungkinkah akhirnya saya sudah sampai bagian itu?
Bagian dimana saya seharusnya sudah sadar dari dulu
Bahwa jika kamu benar-benar menyayangi dia
Jika kamu menyukai sebuah bunga yang cantik
Kamu tidak akan memetiknya karena dia akan layu lalu mati
Jadi, ini bukan merelakan yang buruk
Berbeda dengan menyerah
Ini adalah merelakan bunga tersebut tetap di induknya
Sampai ia mekar sempurna
Lalu nanti ia mati sendiri karena umur tua
Bagian dimana, seharusnya saya sudah sadar
Bahwa kita seharusnya berjalan bersama
Bukan menariknya agar kita bertemu di satu titik
Sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan saya dan tidak akan pernah bertemu lagi
Ini adalah saatnya seharusnya saya tahu
Garis paralel memang tidak akan pernah bertemu
Tapi mereka berjalan bersama selamanya
Semoga aku dan kamu akan terus berjalan bersama selamanya
Kamu...
Semoga kamu bahagia selalu
Karena kamu paling manis saat tersenyum
Semoga takdir memang mengatakan bahwa kita akan terus berjalan
Sebagai garis paralel
Bersama selamanya
Tetaplah tersenyum
Bagian dimana saya seharusnya sudah sadar dari dulu
Bahwa jika kamu benar-benar menyayangi dia
Jika kamu menyukai sebuah bunga yang cantik
Kamu tidak akan memetiknya karena dia akan layu lalu mati
Jadi, ini bukan merelakan yang buruk
Berbeda dengan menyerah
Ini adalah merelakan bunga tersebut tetap di induknya
Sampai ia mekar sempurna
Lalu nanti ia mati sendiri karena umur tua
Bagian dimana, seharusnya saya sudah sadar
Bahwa kita seharusnya berjalan bersama
Bukan menariknya agar kita bertemu di satu titik
Sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan saya dan tidak akan pernah bertemu lagi
Ini adalah saatnya seharusnya saya tahu
Garis paralel memang tidak akan pernah bertemu
Tapi mereka berjalan bersama selamanya
Semoga aku dan kamu akan terus berjalan bersama selamanya
Kamu...
Semoga kamu bahagia selalu
Karena kamu paling manis saat tersenyum
Semoga takdir memang mengatakan bahwa kita akan terus berjalan
Sebagai garis paralel
Bersama selamanya
Tetaplah tersenyum
Friday, October 31, 2014
Kesederhanaan itu...
Aku harus jujur, memang sulit mensyukuri kesederhanaan.
Terkadang memang tidak terasa, secara tidak sadar kau sedang duduk di rumah yang nyaman dan hangat, di atas kursi berbantalan empuk.
Saat kau pulang dalam keadaan lelah, kau mungkin tidak melihat segelas teh hangat manis dengan asap mengepul di sebuah gelas mug besar.
Mungkin tidak juga memperhatikan air yang kehangatannya membasahi tubuhmu dengan pas! Rasanya bagai pijatan!
Atau, ketika kau membuka pintu kamar dan dibanjiri dengan kesejukan dari pendingin ruangan, sementara kasur nyaman dengan bantalan empuk dan selimut hangatnya itu menunggumu. Siap memanjakan!
Baru sadar?
Baru sadar ya kalau semua itu adalah suatu kenikmatan kecil yang lupa kau syukuri?
Apalagi, untuk saat ini kau bisa menikmati semua itu secara gratis?
Tapi memang, kata guruku manusia dilahirkan pelupa dan harusnya kita bersyukur atas hal itu. Karena jika kita mengingat semuanya, mungkin kita tidak akan bisa tidur dan menikmati kesederhanaan kecil itu.
Tanpa sadar, telah memanjakan kita setiap hari dan kita lupa untuk mengucapkan terima kasih. Untuk hal sekecil itu.
Terkadang memang tidak terasa, secara tidak sadar kau sedang duduk di rumah yang nyaman dan hangat, di atas kursi berbantalan empuk.
Saat kau pulang dalam keadaan lelah, kau mungkin tidak melihat segelas teh hangat manis dengan asap mengepul di sebuah gelas mug besar.
Mungkin tidak juga memperhatikan air yang kehangatannya membasahi tubuhmu dengan pas! Rasanya bagai pijatan!
Atau, ketika kau membuka pintu kamar dan dibanjiri dengan kesejukan dari pendingin ruangan, sementara kasur nyaman dengan bantalan empuk dan selimut hangatnya itu menunggumu. Siap memanjakan!
Baru sadar?
Baru sadar ya kalau semua itu adalah suatu kenikmatan kecil yang lupa kau syukuri?
Apalagi, untuk saat ini kau bisa menikmati semua itu secara gratis?
Tapi memang, kata guruku manusia dilahirkan pelupa dan harusnya kita bersyukur atas hal itu. Karena jika kita mengingat semuanya, mungkin kita tidak akan bisa tidur dan menikmati kesederhanaan kecil itu.
Tanpa sadar, telah memanjakan kita setiap hari dan kita lupa untuk mengucapkan terima kasih. Untuk hal sekecil itu.
Monday, October 27, 2014
Hujan sudah Turun
Hujan sudah turun
Beruntun
Pelan mengalun
Sambil melamun
Deras sekali
Sampai sulit bermimpi
Sulit mencari
Asal rasa perih
Satu hari
Hujan akan makin deras-- lagi
Di sore hari
Bulan Januari
Beruntun
Pelan mengalun
Sambil melamun
Deras sekali
Sampai sulit bermimpi
Sulit mencari
Asal rasa perih
Satu hari
Hujan akan makin deras-- lagi
Di sore hari
Bulan Januari
Subscribe to:
Posts (Atom)